Penerapan Konsep Arsitektur Metafora pada Perancangan Gedung Pertunjukan Orkestra
Sebuah Kajian Literatur
Keywords:
Arsitektur Metafora, Gedung Pertunjukan Orkestra, Akustika Arsitektural, Auditorium, Desain ArsitekturAbstract
Gedung pertunjukan orkestra merupakan fasilitas yang dirancang untuk mendukung penyelenggaraan pertunjukan musik dengan memperhatikan aspek fungsi, kenyamanan, dan kualitas akustik. Dalam perancangannya, diperlukan suatu pendekatan yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan teknis bangunan, tetapi juga menghadirkan identitas arsitektural yang kuat. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah arsitektur metafora, yaitu konsep yang menerjemahkan makna, karakter, atau simbol tertentu ke dalam bentuk, ruang, dan elemen arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur metafora pada perancangan gedung pertunjukan orkestra melalui analisis berbagai literatur dan studi preseden yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, meliputi buku, jurnal ilmiah nasional dan internasional, prosiding, serta karya ilmiah yang membahas arsitektur metafora, akustika arsitektural, auditorium, dan gedung pertunjukan orkestra. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, karakteristik, dan strategi penerapan arsitektur metafora dalam perancangan bangunan pertunjukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan konsep arsitektur metafora dapat diwujudkan melalui transformasi bentuk, organisasi ruang, penggunaan material, serta ekspresi fasad yang merepresentasikan unsur-unsur musikal tanpa mengabaikan aspek fungsional, kualitas akustik, dan kenyamanan pengguna. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi konseptual bagi pengembangan desain gedung pertunjukan orkestra yang memiliki identitas arsitektural sekaligus memenuhi kebutuhan teknis ruang pertunjukan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ester Suryani Zalukhu, Morida Siagian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




