ANALISIS BEBAN PENDINGINAN PADA RUANG PENUMPANG KERETA REL LISTRIK MRT JAKARTA

Authors

  • Annes Citra Berlianti Universitas Pancasila, Indonesia
  • Ramon Trisno Universitas Pancasila, Indonesia

Keywords:

Kenyamanan, Beban pendinginan, CLTD

Abstract

Dalam dunia transportasi massal, khususnya penyelenggaraan operasional kereta api terdapat tiga faktor yang penting yang harus selalu dipenuhi, yaitu  keselamatan, keamanan dan tentu saja yang tidak kalah penting faktor kenyamanan. Ada berbagai macam penyebab pengguna transportasi kereta api tidak merasa nyaman dalam menggunakan transportasi kereta api. Contohnya : suhu, kebisingan, getaran, serta aroma bau. Dalam operasional kereta api, hal-hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa komponen penunjang, seperti sarana, prasarana maupun dari sistem operasinya. Pada fase 1 ini kereta MRT Jakarta beroperasi pada jalur sepanjang 16 kilometer yang terdiri dari jalur layang dan jalur bawah tanah. Pada operasional kereta MRT Jakarta pelayanan prima menjadi motto yang harus dijaga, salah satunya dengan memperhatikakan kenyamanan penumpang saat dikereta. Salah satu faktor kenyamanan pada saat didalam kereta yaitu kondisi udara yang dirasakan pengguna jasa kereta MRT Jakarta. Oleh karena itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 175 Tahun 2015 tentang pengaturan temperetur sebesar 22 – 26 ℃, dengan kecepatan aliran udara maksimal 0,5 m/detik serta kelembaban relative sebesar 50 – 60 %. Untuk memenuhi persyaratan tersebut dengan kondisi cuaca di Jakarta, maka dapat dilakukan analisa beban pendinginan pada ruang penumpang kereta MRT Jakarta demi menjaga performa kereta dalam keadaan laik operasi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menanggulangi terjadinya kegagalan kerja AC pada kereta MRT Jakarta adalah dengan melakukan analisa beban pendinginan yang sesuai pada kondisi cuaca Jakarta. Metode perhitungan kapasitas pendinginan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Cooling Load Temperature Difference (CLTD). Dari hasil analisa didapatkan hasil perhitungan beban pendinginan tertinggi pada AC kereta MRT Jakarta sebesar 139.389 Watt yang terjadi pada pukul 14.00 WIB. Dari hasil perhitungan tersebut kondisi kapasitas AC yang sudah ada tidak sesuai dengan kondisi cuaca dan kondisi maksimal operasional kereta.

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Berlianti, A. C., & Trisno, R. (2026). ANALISIS BEBAN PENDINGINAN PADA RUANG PENUMPANG KERETA REL LISTRIK MRT JAKARTA. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi, 4(4), 309–322. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/scientica/article/view/697