DESIGN OF COFFEE CENTER WITH BEHAVIORAL ARCHITECTURE IN MEDAN CITY
Keywords:
Kopi, Medan, Arsitektur Perilaku, Coffee CenterAbstract
Popularitas kopi sebagai minuman global terus meningkat, dengan Indonesia sebagai salah satu produsen dan konsumen utamanya. Di Medan, tren pertumbuhan kedai kopi modern menunjukkan dinamika menarik, dengan peningkatan signifikan setelah tahun 2013 dan mencapai puncaknya pada tahun 2019. Evolusi budaya menikmati kopi telah melahirkan kebutuhan akan ruang yang lebih dari sekadar tempat minum, yaitu coffee center yang mampu mewadahi pengalaman kopi yang komprehensif. Pertumbuhan pesat kedai kopi di Medan belum diimbangi dengan perancangan yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah coffee center di Medan dengan menerapkan prinsip-prinsip arsitektur perilaku. Pendekatan ini menekankan pemahaman dan respons terhadap perilaku pengguna dalam desain ruang, termasuk aspek kenyamanan fisik dan emosional, interaksi sosial, estetika, dan konteks aktivitas. Kajian literatur mendefinisikan coffee center sebagai wadah edukasi, rekreasi, dan bisnis yang mendukung perkembangan kopi, serta arsitektur perilaku sebagai pendekatan desain yang adaptif terhadap tindakan dan aktivitas pengguna. Prinsip-prinsip arsitektur perilaku yang relevan seperti warna ruangan, skala dan bentuk ruang, tata letak furniture, material dan tekstur, serta pengendalian lingkungan menjadi dasar dalam perancangan coffee center ini. Diharapkan, perancangan ini dapat menciptakan ruang yang responsif, mempromosikan kopi lokal, dan menjadi destinasi yang menarik di Medan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rizky Handayani Zufry, Nurlisa Ginting

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




