KAJIAN TEORI: PERANCANGAN ELDERLY HOUSE DENGAN PENDEKATAN ARISTEKTUR PERILAKU
Keywords:
Elderly house, lansia, arsitektur perilakuAbstract
Elderly house menjadi salah satu fasilitas social yang diperuntukkan bagi para lansia, khususnya lansia yang hidup sendiri tanpa di dampingi keluarga. Bangunan elderly house yang mengintegrasikan pendekatan arsitektur perilaku dengan focus pada bagaimana lingkungan fisik data mempengaruhi interaksi social, kesejahteraan, dan kualitas hidup penghuni. Melalui analisis studi literatur dan studi kasus, penelitian ini dapat mengidentifikasi elemen-elemen desain, seperti aksesibilitas, pencahayaan alami, dan ruang social yang berkontribusi pada pengembangan komunitas yang inklusif. Setelah melakukan studi literatur dan studi kasus ditemukan bahwa lingkungan yang diciptakan dengan mempertimbangkan perilaku pengguna yang dapat meningkatkan rasa aman, mendorong interaksi social, dan mendukung kemandirian. Oleh karena itu, elderly dapat menjadi fasilitas social yang dapat mendukung kehidupan lansia dengan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memperkaya kehidupan social dan emosional penghuni.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurlisa Ginting, Agnes Brigita Silalahi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




