PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAMAN PADI SAWAH ORYZA SATIVAL DI NGUTOK KAMPUNG KABIDING DISTRIK OKSIBIL PEGUNUNGAN BINTANG

Authors

  • Nicolaus Salawala Universitas Okmin Papua

Keywords:

Pupuk Organik Cair, Padi Sawah, Budidaya Tradisional, Pegunungan Bintang, Produktivitas

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis budidaya padi sawah secara tradisional serta efektivitas pupuk organik cair (POC) dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) terhadap pertumbuhan dan produksi padi di Kampung Kabiding, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, pertemuan kelompok tani, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif (persentase dan mean) serta model Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia petani 44 tahun dengan pendidikan terakhir SMA, pengalaman usahatani 1-10 tahun, dan tanggungan keluarga 5-6 orang. Total biaya produksi per Ha mencapai Rp7.884.000,00 dengan pendapatan bersih lahan pribadi Rp7.416.000,00 dan lahan sewa Rp5.416.000,00. Pembuatan POC dilakukan menggunakan bahan alami (batang pisang, kotoran hewan, limbah sayur, gula merah, EM4) dengan masa fermentasi 14 hari. Penggunaan POC efektif meningkatkan produksi hingga 25%, mengurangi ketergantungan pupuk kimia 30-50%, serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Simpulan penelitian ini adalah pupuk organik cair dan ZPT berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Saran yang diberikan adalah perlunya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk alat pengolahan lahan dan modal awal untuk mengoptimalkan potensi pertanian pangan di Pegunungan Bintang.

Downloads

Published

2026-03-28

How to Cite

Salawala, N. (2026). PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAMAN PADI SAWAH ORYZA SATIVAL DI NGUTOK KAMPUNG KABIDING DISTRIK OKSIBIL PEGUNUNGAN BINTANG. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi, 4(2), 20–28. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/scientica/article/view/370