IDENTIFIKASI BUKTI DIGITAL PERCAKAPAN WHATSAPP DENGAN METODE NATIONAL INSTITUTE OF STANDARDS AND TECHNOLOGY (NIST) MOBILE FORENSIK
Keywords:
Android Forensics, Digital Evidence, Enkripsi AES, Forensik Digital, WhatsApp, NIST, Aplikasi Y, Aplikasi X, Ekstraksi DataAbstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong meningkatnya penggunaan aplikasi pesan instan, salah satunya WhatsApp, sebagai media komunikasi utama dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menjadikan data yang tersimpan di dalam aplikasi tersebut, seperti percakapan, riwayat panggilan, serta file media, berpotensi menjadi bukti digital yang penting dalam proses penyelidikan tindak kejahatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bukti digital percakapan WhatsApp pada perangkat Android dengan menggunakan metode National Institute of Standards and Technology (NIST) Mobile Forensic. Studi dilakukan pada perangkat Samsung J3-G20G sebagai representasi perangkat Android yang umum digunakan, dengan fokus pada proses akuisisi dan analisis bukti digital yang tersimpan pada aplikasi WhatsApp. Dalam konteks Android forensics, penelitian ini memanfaatkan tahapan metode NIST, yang meliputi identify, protect, detect, respond, dan recover untuk memastikan proses penanganan bukti digital berjalan secara terstruktur dan forensically sound. Proses ekstraksi data dilakukan menggunakan dua perangkat lunak forensik, yaitu Aplikasi X dan Aplikasi Y, dengan penerapan dua metode ekstraksi, yaitu logical extraction dan physical extraction. WhatsApp menyimpan riwayat percakapan dan artefak lain dalam basis data terenkripsi (msgstore.db.crypt) yang dilindungi menggunakan algoritma enkripsi Advanced Encryption Standard (AES), sehingga diperlukan kombinasi teknik Android forensics dan pemanfaatan file kunci enkripsi (key) untuk dapat mengakses dan menganalisis isi basis data tersebut. Penelitian ini juga menekankan pentingnya proses rooting pada perangkat Android untuk memperoleh akses penuh terhadap file sistem WhatsApp yang menyimpan artefak digital penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perangkat lunak forensik mampu mengidentifikasi dan mengekstrak bukti digital dari WhatsApp, seperti pesan, kontak, gambar, video, dan audio. Aplikasi Xberhasil mendeteksi 92,8% dari total semua data, sedangkan Aplikasi Y mendeteksi 78,57% data dari total data yang diuji, dengan metode physical extraction menghasilkan artefak yang lebih lengkap dibandingkan logical extraction. Kesimpulannya, penerapan metode NIST dalam Android forensics efektif untuk mengidentifikasi dan mengamankan bukti digital percakapan WhatsApp yang terenkripsi dengan AES, dan alat forensik seperti Aplikasi X dan Aplikasi Y dapat diandalkan untuk mendukung proses investigasi hukum terkait kejahatan digital.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ilham Syukur Yahya, Novi Safriadi, Fauzan Asrin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




