ANALISIS FORENSIK DIGITAL MENGGUNAKAN TOOLS AUTOPSY PADA KASUS CYBERBULLYING DENGAN METODE ISO/IEC 27037 DAN ISO/IEC 27042

Authors

  • Dwi Alviany Universitas Tanjungpura
  • Novi Safriadi Universitas Tanjungpura
  • Alfian Abdul Jalid Universitas Tanjungpura

Keywords:

Cyberbullying, Forensik Digital, Autopsy, ISO/IEC 27037, ISO/IEC 27042

Abstract

Cyberbullying merupakan kejahatan siber yang sering terjadi akibat meningkatnya intensitas penggunaan media sosial, tetapi penanganannya masih memiliki kendala terhadap integritas dan validitas dari bukti digital. Permasalahan yang utama dari investigasi cyberbullying adalah memastikan bagaimana bukti digital yang ditemukan tidak berubah, dapat diverifikasi, dan diterima dalam proses hukum. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis efektifitas dari tools Autopsy dalam proses investigasi forensik digital pada proses cyberbullying dengan menerapkan standar ISO/IEC 27037 dan ISO/IEC 27042. Metode penelitian menggunakan pendekatan secara eksperimental dengan skenario dummy case cyberbullying. Bukti yang digunakan berupa flashdisk yang dianalisis melalui tahap identifikasi, akuisisi, pelestarian, analisis, dan interpretasi bukti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tools Autopsy terbukti mampu melakukan pemulihan dan analisis bukti digital secara efektif. Termasuk menampilkan metadata, timeline, serta bukti digital yang telah dihapus. Validitas dari bukti dibuktikan melalui cross-validation menggunakan tools FTK Imager dan review ahli/praktisi forensik digital. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan metode ISO/IEC 27037 dan ISO/IEC 27042 dengan tools Autopsy dapat menjamin integritas dan validitas bukti digital dalam penanganan kasus cyberbullying.

Downloads

Published

2026-02-10

How to Cite

Alviany, D., Safriadi , N., & Jalid , A. A. (2026). ANALISIS FORENSIK DIGITAL MENGGUNAKAN TOOLS AUTOPSY PADA KASUS CYBERBULLYING DENGAN METODE ISO/IEC 27037 DAN ISO/IEC 27042. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi, 4(1), 461–480. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/scientica/article/view/310