PERBANDINGAN HASIL PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW) DAN METAL INERT GAS (MIG) DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK BAJA SS400

Authors

  • Devina Dwiandara Fauziah Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Syahril Sayuti Institut Teknologi Nasional Bandung

Keywords:

SMAW, MIG, Baja SS400, Kekuatan Tarik, Struktur Mikro

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan logam yang sangat penting dalam berbagai bidang industri seperti konstruksi, manufaktur, dan perawatan komponen mekanik. Kualitas sambungan las menentukan keandalan struktur dan keselamatan operasional suatu produk teknik. Kualitas tersebut sangat dipengaruhi oleh metode pengelasan dan parameter proses, terutama arus pengelasan yang berhubungan langsung dengan masukan panas dan karakteristik struktur mikro. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dan Metal Inert Gas (MIG) terhadap kekuatan tarik baja karbon rendah SS400. Proses pengelasan dilakukan menggunakan variasi arus 80 A dan 100 A dengan jenis kampuh V. Spesimen hasil pengelasan diuji menggunakan uji tarik sesuai standar ASTM E8 dan dianalisis struktur mikronya pada daerah logam induk, daerah terpengaruh panas (HAZ), dan logam las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelasan MIG pada arus 80 A menghasilkan kekuatan tarik rata-rata tertinggi sebesar 709,86 MPa. Namun, pada arus 100 A kekuatan tarik pengelasan MIG mengalami penurunan akibat penetrasi yang tidak optimal. Sebaliknya, pengelasan SMAW menunjukkan peningkatan kekuatan tarik seiring dengan kenaikan arus. Analisis struktur mikro menunjukkan perbedaan distribusi fasa ferrit, perlit, dan acicular ferrite yang berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik sambungan las.

Downloads

Published

2026-02-05

How to Cite

Fauziah, D. D., & Sayuti, S. (2026). PERBANDINGAN HASIL PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW) DAN METAL INERT GAS (MIG) DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK BAJA SS400. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi, 4(1), 369–378. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/scientica/article/view/289