PERBANDINGAN KAMPUH V DAN X DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK HASIL LAS SHIELDED METAL ARC WELDING

Authors

  • Raihan Ahmad Aviceina Institut Teknologi Nasional
  • Riky Adiputra Institut Teknologi Nasional
  • Syahril Sayuti Institut Teknologi Nasional

Keywords:

Kampuh V dan X, SMAW, AISI 1037, Uji Tarik, E7018.

Abstract

Pengelasan merupakan metode penyambungan logam dengan memanaskan benda kerja sampai pada titik cair, salah satu metode pengelasan yang digunakan yaitu las SMAW. Penelitian yang dilakukan yaitu untuk membandingkan tegangan maksimum logam las yang dihasilkan pada spesimen dengan baja karbon AISI 1037 dengan menggunakan kampuh V dan X. Elektroda yang dipakai yaitu E7018 diameter 3,2 mm dengan arus 100A, 110A, 120A, 130A, dan 140A. Tegangan maksimum hasil dari uji tarik akan dilakukan perhitungan secara manual untuk mendapatkan nilai tegangan tarik sebenarnya. Secara keseluruhan, hasil dari perhitungan manual, kampuh X  mempunyai kekuatan tarik terbesar dibandingkan dengan kampuh V. Tegangan maksimum terbesar terdapat pada spesimen dengan kampuh X arus 110A sebesar 1079.501 MPa sedangkan untuk kampuh V arus 110A sebesar 644.886 MPa. Tegangan maksimum yang dihasilkan dari mesin uji tarik bukan tegangan maksimum sebenarnya karena pada saat memasukkan data luas di mesin uji tarik bukan luas yang sebenarnya akibat terdapat cacat incomplete root penetration.

Downloads

Published

2026-02-05

How to Cite

Aviceina, R. A., Adiputra , R., & Sayuti , S. (2026). PERBANDINGAN KAMPUH V DAN X DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK HASIL LAS SHIELDED METAL ARC WELDING. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi, 4(1), 328–348. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/scientica/article/view/285