PATRONASE POLITIK DAN EKONOMI DALAM RANTAI DISRIBUSI KAYU GELAMTRADISIONAL DI DESA SEBOKOR KECAMATAN AIR KUMBANG KABUPATEN BANYUASIN
Keywords:
patronase, patron–client, kayu gelam, distribusi sumber daya hutan, ekonomi lokal.Abstract
Penelitian ini menganalisis patronase politik dan ekonomi dalam rantai distribusi kayu gelam tradisional di Desa Sebokor, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin. Tingginya aktivitas distribusi kayu gelam yang tidak sebanding dengan ketersediaan lahan produksi lokal, disertai lemahnya legalitas perizinan dan pengawasan kelembagaan, mengindikasikan adanya mekanisme informal yang menopang keberlangsungan usaha tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk mengkaji pola akses sumber daya, struktur relasi antaraktor, serta mekanisme kuasa yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kayu gelam dijalankan melalui jaringan patron–client yang bersifat asimetris, di mana patron menguasai modal, akses pasar, perizinan, dan perlindungan, sedangkan pemilik pabrik dan penebang berada pada posisi bergantung. Fragmentasi kewenangan antarinstansi dan ketergantungan ekonomi masyarakat semakin memperkuat praktik patronase sebagai strategi adaptif dalam ruang abu-abu hukum. Dengan demikian, keberlanjutan distribusi kayu gelam lebih ditentukan oleh relasi kuasa dan jejaring sosial dibandingkan mekanisme legal formal, sehingga diperlukan penguatan tata kelola, koordinasi pengawasan, dan alternatif mata pencaharian untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem patronase.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hanif Muhadi, Ainur Ropik , Ibrahim Mifthafariz Mirza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




