STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS MANISAN PALA DI DESA PESUCEN KABUPATEN BANYUWANGI
Keywords:
Strategi Pengembangan, Manisan Pala, SWOT, Banyuwangi.Abstract
Desa Pesucen, Kabupaten Banyuwangi, memiliki potensi komoditas pala yang melimpah dan diolah masyarakat menjadi manisan pala bernilai tambah. Namun, pengembangan usaha ini masih terhambat keterbatasan modal, pencatatan keuangan yang belum terstruktur, kemasan sederhana, serta pemasaran digital yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada usaha manisan pala di Desa Pesucen, Kabupaten Banyuwangi, serta (2) merumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat berdasarkan hasil analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus pada usaha manisan pala di Desa Pesucen. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive karena merupakan salah satu sentra produksi manisan pala di Kabupaten Banyuwangi. Responden penelitian terdiri atas sepuluh orang produsen dan pengepul manisan pala yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Matriks Internal-Eksternal (IE), dan Matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha manisan pala memiliki sejumlah kekuatan, antara lain ketersediaan bahan baku di wilayah sentra produksi, kualitas produk yang telah dikenal masyarakat, pengalaman pelaku usaha, serta proses produksi yang masih mempertahankan cita rasa khas. Di sisi lain, kelemahan utama meliputi keterbatasan promosi digital, inovasi produk yang masih rendah, penggunaan teknologi produksi yang sederhana, dan keterbatasan modal usaha. Peluang usaha berasal dari meningkatnya permintaan produk olahan lokal, perkembangan pemasaran digital, dukungan pemerintah terhadap UMKM, serta berkembangnya sektor pariwisata Banyuwangi. Ancaman yang dihadapi meliputi persaingan produk makanan sejenis, perubahan preferensi konsumen, fluktuasi harga bahan pendukung, serta munculnya produk substitusi. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh beberapa alternatif strategi, di antaranya meningkatkan promosi digital, melakukan diversifikasi produk, memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan pelaku pariwisata, meningkatkan kualitas kemasan, serta memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar sehingga daya saing usaha manisan pala dapat terus meningkat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siroojan Muniiro, Azwar Annas , Iid Mufaidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




