ANALISIS SUBSTITUSI POLA USAHA TANI PADI (Oryza sativa L.) DENGAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI KECAMATAN SINGOJURUH, BANYUWANGI

Authors

  • Adelya Mareta Zuhro Universitas Muhammadiyah Jember
  • Syamsul Hadi Universitas Muhammadiyah Jember
  • Imama Nurus Izaati Universitas Muhammadiyah Jember

Abstract

Banyuwangi menjadi salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Timur. Produksi padi di Banyuwangi mengalami penurunan produksi selama 2022 sekitar sebesar 51.284,09 ton Gabah Kering Giling (GKG) (9,98 %) dibanding tahun 2021. Petani di Banyuwangi mengubah pola tanaman padi ke ubi jalar, sehingga perubahan ini mencerminkan adanya perubahan perilaku petani dalam menjalankan usahataninya. Petani menjadikan ubi jalar sebagai alternatif untuk pengganti tanaman padi. Ubi jalar menjadi pilihan alternatif yang cukup menarik untuk menggantikan tanaman padi, tanaman ubi jalar memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap kondisi iklim yang tidak stabil, serta dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan bertahan dalam keadaan kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan produktivitas, biaya produksi, keuntungan, serta kelayakan usahatani antara komoditas padi dan ubi jalar di Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling terhadap 35 petani di Desa Sumberbaru dan Benelan Kidul. Analisis data meliputi analisis biaya, keuntungan, fungsi produksi Cobb-Douglas, serta analisis kelayakan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas usahatani ubi jalar (11.934,99 kg/ha) jauh lebih tinggi dibandingkan padi (2.900 kg/ha). Usahatani ubi jalar memperoleh keuntungan sebesar Rp 27.482.006 per hektar, sementara usahatani padi mengalami kerugian sebesar -Rp 1.325.903. Berdasarkan analisis kelayakan, usahatani ubi jalar dinyatakan layak dengan nilai R/C ratio 2,24, sedangkan usahatani padi dinyatakan tidak layak dengan nilai R/C ratio 0,9. Faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap produksi padi hanya variabel bibit. Sementara pada usahatani ubi jalar, faktor luas lahan dan bibit berpengaruh signifikan terhadap produksi. Disimpulkan bahwa ubi jalar merupakan alternatif substitusi yang lebih menguntungkan dan layak bagi petani di daerah penelitian.

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Zuhro, A. M., Hadi, S., & Izaati, I. N. (2026). ANALISIS SUBSTITUSI POLA USAHA TANI PADI (Oryza sativa L.) DENGAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI KECAMATAN SINGOJURUH, BANYUWANGI. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 4(2). Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/neraca/article/view/550