PENGARUH TRADISI KERAJINAN LOKAL TERHADAP EFISIENSI PRODUKSI

Authors

  • Clayrinn Kezia Universitas Prasetiya Mulya
  • Devyn Dennyson Fonda Universitas Prasetiya Mulya
  • George William Xavier Universitas Prasetiya Mulya
  • Olivier Marciano Aritonang Universitas Prasetiya Mulya
  • Rameyza Alya Lascha Universitas Prasetiya Mulya
  • Remo Karim Subrata Universitas Prasetiya Mulya
  • Ravendra Rashad Mahpud Universitas Prasetiya Mulya
  • Nurhayati Nurhayati Universitas Prasetiya Mulya

Keywords:

Efisiensi Produksi, Craft Production, Tradisi Lokal, Zero Defect, Manajemen Operasi.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tradisi pengrajin kulit lokal terhadap efisiensi produksi pada PT. R, sebuah entitas bisnis yang berfokus pada produk tas kulit premium. Dalam lanskap industri mode yang kompetitif, ketergantungan pada metode tradisional (craft production) sering kali memunculkan perdebatan mengenai konsistensi kualitas dan efisiensi jika dibandingkan dengan standar manufaktur modern (mass production). Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods). Pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur untuk mengeksplorasi nilai tradisi dan kebiasaan kerja, sedangkan data kuantitatif ditinjau melalui studi dokumentasi performa produksi pada periode Juni 2025 hingga Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lokal termanifestasi dalam pembagian kerja organik, komunikasi intensif, dan budaya gotong royong yang secara kolektif berfungsi sebagai sistem kendali mutu (quality control) internal yang sangat efektif. Meskipun fluktuasi permintaan pasar menyebabkan ketiadaan trend volume produksi yang stabil, sistem kerajinan ini terbukti mampu mencapai efisiensi hasil (yield) yang maksimal. Keleluasaan waktu memungkinkan pengrajin berfokus penuh pada detail, sehingga berhasil menekan angka kegagalan produk hingga mencapai tingkat kecacatan nol (zero defect). Kesimpulannya, kearifan lokal dan tradisi pengerjaan manual bukanlah hambatan operasional, melainkan keunggulan kompetitif yang mereorientasi makna efisiensi—dari sekadar kecepatan dan kuantitas menjadi presisi absolut yang mengeliminasi pemborosan material dan waktu pengerjaan ulang (rework).

Downloads

Published

2026-05-10

How to Cite

Kezia, C., Fonda , D. D., Xavier , G. W., Aritonang, O. M., Lascha , R. A., Subrata , R. K., … Nurhayati, N. (2026). PENGARUH TRADISI KERAJINAN LOKAL TERHADAP EFISIENSI PRODUKSI. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 4(2), 86–93. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/neraca/article/view/445