TRANSFORMASI PENGELOLAAN ZAKAT DAN WAKAF MELALUI PLATFORM DIGITAL: STUDI LITERATUR TERHADAP EFEKTIVITAS DAN TRANSPARANSI
Keywords:
zakat digital, platform wakaf, fintech syariah, transparansi, kesenjangan digital, IndonesiaAbstract
Dengan potensi zakat sebesar 327 triliun rupiah per tahun, realisasi penghimpunan zakat hanya 5,6%, dan aset wakaf yang kurang produktif, solusi yang mungkin adalah transformasi digital. Studi sistematis ini mempelajari bagaimana platform digital mengubah pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia, terutama menganalisis bagaimana dana dikumpulkan dan disalurkan, serta bagaimana hal itu berdampak pada transparansi dan kepercayaan publik. Dengan menggunakan kerangka SLR Kitchenham dan Charters, penelusuran dilakukan di Google Scholar dan Portal Garuda untuk publikasi dari tahun 2014 hingga 2024 dengan kata kunci yang terkait dengan platform digital zakat atau wakaf. Dari 187 artikel awal, 56 memenuhi kriteria inklusi setelah melalui pemeriksaan kualitas dan penilaian kualitas, dengan data disintesis melalui analisis tematik. Efektivitas yang diukur oleh platform digital termasuk peningkatan muzakki baru sebesar 340% dalam dua tahun setelah peluncuran aplikasi, pengurangan biaya operasional sebesar 40-45%, peningkatan transaksi zakat digital sebesar 78% setiap tahun, dan peningkatan retensi donatur melalui personalisasi. Selain itu, peningkatan transparansi, seperti dashboard real-time, pelacakan berbasis blockchain, dan pelaporan dampak, meningkatkan Net Promoter Score dari 52 menjadi 71. Namun, masalah penting masih ada. 23% mustahik yang tidak dapat mengakses distribusi e-wallet secara mandiri terkena dampak kesenjangan digital, muncul paradoks privasi antara tuntutan akuntabilitas dan martabat penerima manfaat, dan jumlah kasus penipuan siber meningkat 120% dalam dua tahun terakhir. Transformasi digital meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada konteks dan bergantung pada infrastruktur, literasi digital, dan kesiapan sosial-kultural. Model hybrid, yang menggabungkan keunggulan digital dengan mekanisme konvensional, muncul sebagai pendekatan paling masuk akal untuk konteks Indonesia yang beragam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pujiana Saputra, Rafiq Hilmi , Regi Fadilah , Solih Mubarok , Wildan Apriza Sulaeman, Moh. Asep Zakariya Ansori , U. Buchori Muslim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




