IMPLIKASI TEKNOLOGI EKSPLORASI LAUT TERHADAP REGULASI KEANEKARAGAMAN HAYATI BEYOND NATIONAL JURISDICTION

Authors

  • Regina Prananda Romli Universitas Lampung

Keywords:

Area-Based Management Tools, BBNJ Agreement, Keanekaragaman Hayati, Marine Genetic Resources, Teknologi Eksplorasi Laut

Abstract

Kemajuan teknologi eksplorasi laut dalam telah membuka akses terhadap sumber daya genetik laut di wilayah beyond national jurisdiction (ABNJ), namun menimbulkan tantangan regulasi kompleks terhadap konservasi keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi perkembangan teknologi eksplorasi laut terhadap implementasi BBNJ Agreement 2023 dan UNCLOS 1982, mengevaluasi mekanisme pembagian manfaat dan transfer teknologi dalam mengatasi kesenjangan kapasitas global, serta mengkaji kerangka hukum dalam melindungi vulnerable marine ecosystems di ABNJ. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan BBNJ Agreement mengisi kekosongan hukum UNCLOS 1982 dalam pengaturan marine genetic resources melalui mekanisme pembagian manfaat yang adil dan transfer teknologi, mengadopsi prinsip common heritage of mankind dengan pendekatan inklusif, serta mengimplementasikan environmental impact assessment dan area-based management tools untuk perlindungan preventif ekosistem laut rentan. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya harmonisasi antara rezim International Seabed Authority dan BBNJ Agreement untuk menghindari konflik yurisdiksi, serta merekomendasikan Indonesia segera meratifikasi BBNJ Agreement dan memperkuat kapasitas kelembagaan dalam implementasi penilaian dampak lingkungan dan transfer teknologi kelautan.

Downloads

Published

2025-12-12

How to Cite

Romli, R. P. (2025). IMPLIKASI TEKNOLOGI EKSPLORASI LAUT TERHADAP REGULASI KEANEKARAGAMAN HAYATI BEYOND NATIONAL JURISDICTION. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 3(4), 141–148. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/kultura/article/view/88