ETIKA DAN LEGALITAS NARASI JURNALISTIK HIPER-LOKAL: ANALISIS PRODUKSI KONTEN MEDIA TANPA OTORISASI PERUSAHAAN INDUK
Keywords:
jurnalisme hiper-lokal, etika jurnalistik, legalitas media, konten tanpa otorisasi, media digital Indonesia.Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena produksi konten jurnalistik hiper-lokal tanpa izin perusahaan induk di Indonesia, yang meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital dan media sosial. Media digital membuka peluang untuk pemberitaan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat lokal, namun praktik ini seringkali melanggar prinsip etika jurnalistik, seperti verifikasi fakta, independensi, dan tanggung jawab sosial. Secara hukum, penggunaan identitas media tanpa izin juga menyalahi regulasi utama seperti UU Pers, UU Merek, UU Hak Cipta, dan UU ITE, sehingga berpotensi menimbulkan sanksi pidana dan perdata. Motivasi sosial dan ekonomi mendorong produksi konten yang umumnya spontan tanpa pengawasan editorial memadai, sehingga risiko penyebaran disinformasi meningkat dan kepercayaan publik terhadap media resmi menurun. Dampak dari praktik ini meliputi penurunan kredibilitas media, ketimpangan akses informasi, serta ancaman terhadap demokrasi informasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur dan analisis teori etika jurnalistik, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta media digital dan komunikasi sosial untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan dampaknya. Rekomendasi penting meliputi penguatan regulasi, penegakan hukum yang tegas, dan peningkatan literasi digital masyarakat sebagai langkah strategis menjaga orisinalitas, profesionalisme, dan keberlanjutan ekosistem media digital Indonesia dalam menyajikan informasi kredibel dan etis.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dapot Tambunan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




