Pengaruh Stomatitis Aftosa Rekuren Terhadap Aspek Fungsional dan Sikososial Kualitas Hidup Pada Anak Usia Remaja Muda
Keywords:
Stomatitis Aftosa Rekuren, SAR, kualitas hidup, OHIP-14.Abstract
Latar Belakang: Stomatitis aftosa rekuren (SAR) merupakan salah satu kelainan mukosa mulut yang sering ditemukan dan ditandai dengan munculnya ulkus berulang yang menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini dapat mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari, seperti makan, minum, berbicara, dan menjaga kebersihan rongga mulut, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stomatitis aftosa rekuren terhadap kualitas hidup. Metode: Penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 35 penderita SAR. Kualitas hidup terkait kesehatan rongga mulut diukur menggunakan kuesioner OHIP-14. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang meliputi distribusi frekuensi, Hasil: Hasil pengukuran kualitas hidup menggunakan OHIP-14 menunjukkan skor total rata-rata sebesar 17,71 ± 8,90 dengan rentang skor 2–39. Distribusi frekuensi jawaban menunjukkan bahwa sebagian besar responden memilih kategori tidak pernah, hampir tidak pernah, dan kadang-kadang pada hampir seluruh item OHIP-14. Proporsi jawaban tidak pernah tertinggi ditemukan pada item P14 (57,1%), sedangkan kategori kadang-kadang tertinggi terdapat pada item P4 (40,0%). Nilai rerata tertinggi diperoleh pada item P5 (1,97 ± 1,36), sedangkan rerata terendah terdapat pada item P2 (0,69 ± 0,83). Kesimpulan: Stomatitis aftosa rekuren berpengaruh terhadap kualitas hidup responden. Keberadaan lesi yang berulang dapat menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan yang berdampak pada aktivitas sehari- hari sehingga menurunkan kualitas hidup.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Fadhillah Arifin, Siti Syafina Malika W. Ischak, Nurul Magfirah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




