Hubungan Frekuensi Kehadiran di Posyandu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lompe Ntodea, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong
Keywords:
frekuensi kehadiran, Posyandu, status gizi, balitaAbstract
Latar belakang: Status gizi balita merupakan indikator penting pertumbuhan dan perkembangan anak. Posyandu berperan memantau pertumbuhan dan mendeteksi dini masalah gizi melalui penimbangan rutin, namun masih ada balita yang tidak hadir secara teratur. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi kehadiran di Posyandu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Lompe Ntodea, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong. Metode: Survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 42 balita berusia 12–59 bulan yang dipilih dengan alokasi proporsional pada enam desa dan simple random sampling. Frekuensi kehadiran diperoleh dari KMS/buku KIA (aktif bila ≥ 8 kali dalam setahun terakhir), sedangkan status gizi ditentukan dari pengukuran antropometri dan nilai z-score. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil: Sebanyak 22 balita (52,4%) aktif dan 20 balita (47,6%) tidak aktif hadir di Posyandu. Status gizi baik ditemukan pada 22 balita (52,4%), gizi kurang pada 11 balita (26,2%), dan gizi buruk pada 9 balita (21,4%). Seluruh balita yang aktif (100%) berstatus gizi baik, sedangkan seluruh balita yang tidak aktif berstatus gizi kurang (55,0%) atau gizi buruk (45,0%); p = 0,00 (< 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kehadiran di Posyandu dengan status gizi balita. Partisipasi orang tua perlu didorong untuk mendukung pemantauan pertumbuhan dan deteksi dini masalah gizi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rafles Rafles, Tri Susilowati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




