Gambaran Kebutuhan Perawatan Ortodonti pada Remaja Usia 12–15 Tahun Menggunakan Indikator Kebutuhan Perawatan Ortodonti (IKPO) di SMPIT Darul Fikri Makassar

Authors

  • Eva Novawaty Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Nur Halisa Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • M. Farchan Kahir Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

Keywords:

kebutuhan perawatan ortodonti, IKPO, maloklusi, remaja, usia 12–15 tahun

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang dapat ditemukan pada masa remaja. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dapat berhubungan dengan fungsi rongga mulut dan aspek psikososial. Penilaian kebutuhan perawatan ortodonti diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi ortodonti pada kelompok remaja. Indikator Kebutuhan Perawatan Ortodonti (IKPO) dapat digunakan untuk menilai kebutuhan perawatan ortodonti secara sistematis. Tujuan: Mengetahui gambaran kebutuhan perawatan ortodonti pada remaja usia 12–15 tahun di SMPIT Darul Fikri Makassar berdasarkan Indikator Kebutuhan Perawatan Ortodonti (IKPO), serta mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kebutuhan perawatan ortodonti. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Kegiatan dilaksanakan pada 26 April 2026 di SMPIT Darul Fikri Makassar. Subjek penelitian berjumlah 131 remaja usia 12–15 tahun. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, dan hasil penilaian IKPO. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kebutuhan perawatan ortodonti dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Dari 131 responden, sebanyak 102 responden (77,9%) termasuk dalam kelompok yang membutuhkan perawatan ortodonti dan 29 responden (22,1%) tidak membutuhkan perawatan. Berdasarkan jenis kelamin, responden yang membutuhkan perawatan terdiri atas 42 laki-laki (32,1%) dan 60 perempuan (45,8%). Berdasarkan usia, jumlah responden yang membutuhkan perawatan paling banyak ditemukan pada usia 14 tahun, yaitu 39 responden (29,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kebutuhan perawatan ortodonti (p=0,890) maupun antara usia dengan kebutuhan perawatan ortodonti (p=0,836). Kesimpulan: Sebagian besar remaja usia 12–15 tahun di SMPIT Darul Fikri Makassar termasuk dalam kelompok yang membutuhkan perawatan ortodonti berdasarkan IKPO. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia maupun jenis kelamin dengan kebutuhan perawatan ortodonti. Pemeriksaan kebutuhan perawatan ortodonti pada kelompok remaja penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan dasar untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.

Downloads

Published

2026-10-06

How to Cite

Novawaty, E., Halisa, N., & Kahir, M. F. (2026). Gambaran Kebutuhan Perawatan Ortodonti pada Remaja Usia 12–15 Tahun Menggunakan Indikator Kebutuhan Perawatan Ortodonti (IKPO) di SMPIT Darul Fikri Makassar. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(4), 19–25. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/husada/article/view/777