ANALISIS PERSEPSI KEPATUHAN HAND HYGIENE PERAWAT DENGAN KEJADIAN PLEBITIS DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT SWASTA X SURAKARTA
Keywords:
Persepsi Kepatuhan Hand Hygiene, Kejadian PlebitisAbstract
Latar Belakang: Plebitis adalah salah satu infeksi yang terjadi di Rumah Sakit karena pelayanan kesehatan, yang digunakan sebagai acuan untuk menilai kualitas pelayanan dan keamanan pasien. Pelembutan plebitis dapat memperpanjang waktu tinggal di rumah sakit, meningkatkan biaya perawatan, dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada pasien yang menerima terapi intravena.. Berdasarkan hasil studi awal di Rumah Sakit Swasta X Surakarta selama periode Juni hingga Desember 2025, terdapat 28 kasus plebitis atau sebesar 0,37% dari total 7.515 pasien yang menerima terapi intravena. Selain itu, hasil audit menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan hand hygiene mencapai 93,1% dari total 3.151 kesempatan melakukan tindakan., sehingga perlu diketahui gambaran mengenai persepsi perawat terhadap kepatuhan hand hygiene serta frekuensi terjadinya plebitis di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Swasta X Surakarta.Tujuan: untuk memahami ciri-ciri responden, tingkat kesadaran perawat tentang hand hygiene, serta frekuensi terjadinya plebitis. Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan 60 responden yang terdiri dari 30 orang perawat dan 30 orang pasien dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai persepsi terhadap kepatuhan hand hygiene dan lembar pengamatan mengenai kejadian plebitis. Analisis data dilakukan dengan cara univariat. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perawat adalah perempuan (83,3%), usia sekitar 20-35 tahun (80%), memiliki masa kerja sekitar 1-5 tahun (93,3%), serta memiliki pendidikan S1 Keperawatan (53,3%). Sebagian besar perawat memiliki persepsi kepatuhan hand hygiene kategori cukup (60%), sedangkan dalam kategori baik (40%). Berdasarkan hasil pengamatan terhadap 30 pasien, semua responden (100%) tidak mengalami kejadian plebitis selama masa penelitian. Kesimpulan: persepsi kepatuhan hand hygiene perawat di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Swasta X Surakarta sebagian besar berada pada kategori cukup, sedangkan seluruh pasien tidak mengalami kejadian plebitis. Rumah sakit diharapkan mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan hand hygiene melalui edukasi, monitoring, evaluasi berkala, serta penguatan budaya keselamatan pasien sebagai upaya pencegahan infeksi dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fanny Widyastuti, Devi Pramita Sari , Puguh Ika Listyorini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




