PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS HERNIA NUKLEUS PULPOSUS LUMBAL

CASE STUDY

Authors

  • Dini Nur Alpiah Universitas Binawan
  • Salsabila Fatihah Universitas Binawan
  • Prasanna Dwianda Nugraha Universitas Binawan
  • Arnold Hananya De Fretes Universitas Binawan
  • Vally Latuputy Universitas Binawan
  • Tsabitah Ayu Nismara Universitas Binawan
  • Arzeti Felyanti Universitas Binawan
  • Bunga Damayanti Universitas Binawan

Keywords:

Hernia Nukleus Pulposus Lumbal,Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Shortwave Diathermy, Terapi Latihan.

Abstract

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) lumbal merupakan gangguan muskuloskeletal yang ditandai dengan penonjolan nukleus pulposus melalui annulus fibrosus sehingga menekan akar saraf dan menimbulkan nyeri radikuler, keterbatasan lingkup gerak sendi (ROM), serta gangguan aktivitas fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penatalaksanaan fisioterapi pada pasien HNP lumbal melalui kombinasi modalitas Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Shortwave Diathermy (SWD), dan terapi latihan. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif terhadap dua pasien perempuan berusia 62 tahun dan 64 tahun yang didiagnosis HNP lumbal di Rumah Sakit Permata Bekasi. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi meliputi fungsi gerak dasar aktif dan pasif, Manual Muscle Testing (MMT), dan Visual Analog Scale (VAS). Intervensi fisioterapi yang diberikan meliputi TENS, SWD, serta terapi latihan berupa William Flexion Exercise, Supine Bridge Exercise, McKenzie Exercise, Double Knee to Chest, dan Pelvic Tilt selama dua sesi sesuai kondisi dan toleransi pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua pasien berdasarkan VAS disertai peningkatan kenyamanan selama beraktivitas. Pada Ny. H terjadi peningkatan ROM aktif pada gerakan lumbal dan panggul, sedangkan pada Ny. R terjadi peningkatan ROM aktif meskipun belum mencapai full ROM karena masih terdapat sisa nyeri saat latihan. Pemeriksaan ROM pasif pada Ny. R tetap berada pada kondisi full ROM sejak awal hingga akhir intervensi, sedangkan nilai MMT pada kedua pasien tidak menunjukkan perubahan selama periode terapi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi TENS, SWD, dan terapi latihan efektif sebagai penatalaksanaan fisioterapi konservatif dalam mengurangi nyeri, meningkatkan ROM aktif, serta membantu meningkatkan kemampuan fungsional pada pasien dengan HNP lumbal.

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Alpiah, D. N., Fatihah, S., Nugraha, P. D., De Fretes, A. H., Latuputy, V., Nismara, T. A., … Damayanti, B. (2026). PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS HERNIA NUKLEUS PULPOSUS LUMBAL: CASE STUDY. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(3), 65–84. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/husada/article/view/635