Hubungan Perilaku Menyikat Gigi Terhadap Status OHI-S Pada Siswa Kelas V di SD Percontohan PAM Makassar

Authors

  • Taufan Lauddin Universitas Muslim Indonesia
  • Nur Qayyim Universitas Muslim Indonesia
  • Siti Syafina Malika W. Ischak Universitas Muslim Indonesia

Keywords:

Perilaku menyikat gigi, OHI-S, kebersihan gigi dan mulut, siswa sekolah dasar, kesehatan gigi dan mulut.

Abstract

Latar Belakang : Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan yang berperan dalam menunjang kualitas hidup anak. Salah satu upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah melalui perilaku menyikat gigi yang baik dan benar. Namun, masih tingginya prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak menunjukkan bahwa perilaku menyikat gigi belum tentu mencerminkan kondisi kebersihan gigi dan mulut yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku menyikat gigi dengan status Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) pada siswa kelas V SD Percontohan PAM Makassar. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data perilaku menyikat gigi diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan status OHI-S diperoleh melalui pemeriksaan langsung menggunakan alat diagnostik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki perilaku menyikat gigi kategori cukup sebanyak 14 siswa (46,7%), diikuti kategori baik sebanyak 9 siswa (30,0%) dan kategori kurang sebanyak 7 siswa (23,3%). Status OHI-S sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 20 siswa (66,7%), sedangkan kategori baik sebanyak 10 siswa (33,3%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,546 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku menyikat gigi dengan status OHI-S pada siswa kelas V SD Percontohan PAM Makassar. Kesimpulan : Perilaku menyikat gigi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status OHI-S pada siswa kelas V SD Percontohan PAM Makassar. Status kebersihan gigi dan mulut kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, seperti teknik menyikat gigi, pola konsumsi makanan, pengawasan orang tua, dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut lainnya. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan gigi yang tidak hanya menekankan frekuensi menyikat gigi, tetapi juga teknik menyikat gigi yang benar serta keterlibatan orang tua dan sekolah dalam membentuk perilaku kesehatan gigi yang baik.

Downloads

Published

2026-06-27

How to Cite

Lauddin, T., Qayyim, N., & Ischak, S. S. M. W. (2026). Hubungan Perilaku Menyikat Gigi Terhadap Status OHI-S Pada Siswa Kelas V di SD Percontohan PAM Makassar. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(2), 208–213. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/husada/article/view/565