HUBUNGAN JUMLAH GIGI YANG TERSISA DENGAN KUALITAS HIDUP BERDASAR INDEKS GOHAI

Authors

  • Rini Pratiwi Universitas Muslim Indonesia
  • Nurul Istiqamah Universitas Muslim Indonesia
  • Fardika Laras Ningrum Universitas Muslim Indonesia

Keywords:

jumlah gigi tersisa, kualitas hidup, GOHAI, lansia, kesehatan gigi dan mulut.

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas hidup lansia. Kehilangan gigi dapat menyebabkan gangguan fungsi pengunyahan, berbicara, estetika, serta aspek psikologis dan sosial. Oral Health Related Quality of Life (OHRQoL) dapat diukur menggunakan indeks Geriatric Oral Health Assessment Index (GOHAI), yang menilai dimensi fisik, psikologis, dan fungsional kesehatan mulut pada lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan jumlah gigi yang tersisa dengan kualitas hidup lansia berdasarkan indeks GOHAI. Tujuan: Mengetahui hubungan jumlah gigi yang tersisa dengan kualitas hidup berdasarkan indeks GOHAI pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Dahlia Makassar.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Dahlia Makassar pada tanggal 25 Mei–05 Juni 2026. Sampel penelitian terdiri dari 38 lansia yang memenuhi kriteria penelitian. Variabel independen adalah jumlah gigi yang tersisa, sedangkan variabel dependen adalah kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut yang diukur menggunakan indeks GOHAI. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Mayoritas responden berusia 60–74 tahun (81,6%) dan berjenis kelamin perempuan (57,9%). Sebagian besar responden memiliki jumlah gigi sisa 0–11 gigi (71%). Pada kelompok 0–11 gigi sisa diperoleh median GOHAI total sebesar 3,13, sedangkan pada kelompok 12–22 gigi sisa sebesar 3,50. Aspek psikologis memiliki nilai median tertinggi (3,60), diikuti aspek fungsional (3,43) dan aspek fisik (2,93). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi *r = 0,224* dengan *p = 0,177 (p > 0,05)*, yang menunjukkan korelasi positif sangat lemah dan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara jumlah gigi yang tersisa dengan kualitas hidup berdasarkan indeks GOHAI. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah gigi yang tersisa dengan kualitas hidup berdasarkan indeks GOHAI pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Dahlia Makassar. Meskipun demikian, terdapat kecenderungan bahwa semakin banyak jumlah gigi yang dipertahankan, semakin baik kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut pada lansia.

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Pratiwi, R., Istiqamah , N., & Ningrum , F. L. (2026). HUBUNGAN JUMLAH GIGI YANG TERSISA DENGAN KUALITAS HIDUP BERDASAR INDEKS GOHAI. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(2), 195–201. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/husada/article/view/534