GAMBARAN PENANGANAN OBAT KEDALUWARSA DI SALAH SATU PBF DAERAH BOGOR
Keywords:
penanganan obat kedaluwarsa, pedagang besar farmasi, manajemen persediaan, gudang karantina, klasifikasi stokAbstract
Penelitian ini membahas penanganan obat kedaluwarsa pada salah satu pedagang besar farmasi yang berlokasi di Bogor. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data pada November sampai Desember 2025 melalui observasi aktivitas di gudang, wawancara dengan petugas gudang, supervisor, dan manajer operasional, serta telaah dokumen berupa SOP dan catatan persediaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten kualitatif dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBF menerapkan sistem penyimpanan yang terstruktur berdasarkan pabrikan, bentuk sediaan obat, dan urutan alfabet, termasuk area khusus untuk sediaan injeksi dan obat dengan pengawasan terbatas, dengan pengendalian suhu penyimpanan tidak lebih dari 30°C. Sistem manajemen persediaan yang digunakan meliputi klasifikasi fast moving, slow moving, dan dead stock untuk meminimalkan risiko kedaluwarsa obat. Obat yang mendekati tanggal kedaluwarsa diidentifikasi setiap bulan untuk produk dengan sisa masa simpan hingga satu bulan, kemudian didata, diberi label, dan dipisahkan ke area karantina untuk dilakukan tindak lanjut berupa pengembalian ke pemasok, penjualan dengan potongan harga, dan/atau donasi sesuai persetujuan, serta pemusnahan apabila telah melewati tanggal kedaluwarsa. Perluasan periode identifikasi dari satu bulan menjadi tiga sampai enam bulan berpotensi meningkatkan upaya pencegahan dalam penanganan obat kedaluwarsa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Herman Widjaja, Brigita Victoria, Rafli Mulkan Mustaqim, Tiara Winerungan, Agnes Hilda Pangabean

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




