PENGARUH MENGONSUMSI MAKANAN TINGGI PURIN TERHADAP ASAM URAT DI KELURAHAN SIDOMULYO KOTA BENGKULU
Keywords:
Asam urat, purin, POCT.Abstract
Penyakit asam urat merupakan gangguan metabolisme purin yang dapat dipengaruhi oleh pola makan, terutama konsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, seafood, dan makanan berprotein tinggi lainnya. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah dan memicu terjadinya hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengonsumsi makanan tinggi purin terhadap kadar asam urat pada masyarakat Kelurahan Sidomulyo Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan metode pemeriksaan POCT (Point of Care Testing). Populasi penelitian berjumlah 158 orang usia 35–65 tahun, dengan sampel sebanyak 31 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2026 di Kelurahan Sidomulyo RT.21 RW.02 Kota Bengkulu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, serta pemeriksaan kadar asam urat menggunakan darah kapiler. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden perempuan sebanyak 67,7% dan laki-laki 32,3%, dengan rata-rata usia 40,8 tahun. Sebagian besar responden (83,9%) mengonsumsi makanan tinggi purin lebih dari 5 kali dalam satu minggu. Pemeriksaan kadar asam urat menunjukkan 61,3% responden memiliki kadar asam urat normal dan 38,7% tidak normal. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi purin berpengaruh terhadap kadar asam urat, dimana semakin tinggi asupan purin maka semakin tinggi pula risiko peningkatan kadar asam urat dalam darah..
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amellia Putri Azeta, Sarinah Siregar, Eka Fitriana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




