FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SHIVERING PADA PASIEN YANG MENJALANI OPERASI DENGAN SPINAL ANASTHESI
Keywords:
anestesi spinal, shivering, regresi logistik, suhu ruangan operasi, lama operasiAbstract
Latar Belakang: Shivering merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani anestesi spinal dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta peningkatan kebutuhan metabolik. Kejadian shivering dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari karakteristik pasien maupun kondisi selama tindakan operasi. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan secara simultan dengan kejadian shivering penting untuk mendukung upaya pencegahan dalam praktik keperawatan perioperatif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Penelitian dilakukan di Kamar Operasi RS Sari Asih Sangiang pada bulan Oktober 2025 dengan jumlah responden sebanyak 170 pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian shivering. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), suhu ruangan operasi, dan lama operasi. Tingkat kemaknaan statistik ditetapkan pada nilai p < 0,05. Hasil: Hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa usia (OR = 2,123; p = 0,008), jenis kelamin (OR = 0,037; p = 0,000), indeks massa tubuh (OR = 0,520; p = 0,036), suhu ruangan operasi (OR = 0,286; p = 0,000), dan lama operasi (OR = 12,916; p = 0,000) berhubungan secara signifikan dengan kejadian shivering. Lama operasi merupakan faktor yang paling dominan, di mana pasien dengan durasi operasi lebih panjang memiliki risiko shivering yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasien dengan durasi operasi lebih singkat. Simpulan: Kejadian shivering pada pasien anestesi spinal dipengaruhi oleh berbagai faktor secara simultan, dengan lama operasi sebagai faktor dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen suhu dan pemantauan ketat pada pasien berisiko untuk mencegah kejadian shivering dalam praktik keperawatan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ade Yus, Retno Setyawati, Moh. Arifin Noor

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




