PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) LOKAL TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DAN STATUS GIZI (BB/U)
STUDI DI WILAYAH PUSKESMAS RAWAT INAP DANAU PANGGANG TAHUN 2025
Keywords:
PMT lokal, balita gizi kurang, berat badan, status gizi, BB/UAbstract
Kekurangan gizi pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan di wilayah Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang, sehingga diperlukan intervensi berbasis pangan lokal seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik balita gizi kurang, mengidentifikasi kenaikan berat badan dan status gizi (BB/U), serta menganalisis pengaruh PMT lokal terhadap perubahan kedua indikator tersebut. Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan pendekatan time series pada 46 balita. Data berat badan menggunakan babyscale / timbangan injak dan BB/U dianalisis menggunakan uji Friedman dan paired t-test. Hasil menunjukkan adanya kenaikan berat badan yang signifikan pada setiap titik pengukuran (p = 0,001) dengan konsistensi perubahan sangat tinggi (Kendall’s W = 0,942). Uji paired t-test menunjukkan peningkatan signifikan antara O1–O2 (t = -12,086; p = 0,001) dan O3–O4 (t = -5,651; p = 0,001), namun tidak signifikan pada O4–O5 (p = 0,001). Pada status gizi BB/U, perbaikan signifikan terjadi pada O1–O2 (t = -4,715; p = 0,001), sedangkan O3–O4 dan O4–O5 tidak menunjukkan perubahan bermakna. Secara keseluruhan, PMT lokal terbukti meningkatkan berat badan balita secara signifikan dan berkontribusi pada perbaikan awal status gizi BB/U. Pengembangan inovasi PMT lokal berbahan pangan daerah perlu diperkuat, termasuk variasi menu
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nena Marlyani, Yasir Farhat , Fathurrahman Fathurrahman , Nurhamidi Nurhamidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




