ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA HIPERTENSI DENGAN PENERAPAN SENAM TERA DI UPT PSTW HUSNUL KHOTIMAH DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU
Keywords:
hipertensi, lansia, senam terapiAbstract
Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok usia di atas 60 tahun yang rentan mengalami hipertensi akibat penurunan elastisitas pembuluh darah. Hipertensi pada lansia ditandai dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan dapat dikendalikan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam tera terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan desain studi kasus melibatkan dua lansia kelompok intervensi dan dua kelompok kontrol di UPT PSTW Husnul Khotimah Dinas Sosial Provinsi Riau. Analisis univariat dilakukan untuk melihat perubahan tekanan darah Pra dan post intervensi. Kelompok intervensi menjalani senam tera selama 15–30 menit pada pagi hari, tiga kali dalam seminggu. Hasil menunjukkan bahwa lansia intervensi mengalami penurunan tekanan darah signifikan. Tn. F mengalami penurunan total 26 mmHg sistolik dan 3 mmHg diastolik, sedangkan Tn. Z turun 41 mmHg sistolik dan 21 mmHg diastolik. Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan penurunan berarti, bahkan ada yang mengalami ketidakstabilan tekanan darah. Senam tera terbukti meningkatkan relaksasi dan sirkulasi darah, sehingga menurunkan tekanan darah secara bertahap. Sesuai dengan penelitian tahun 2024, intervensi fisik ringan seperti ini sangat direkomendasikan dalam asuhan keperawatan lansia dengan hipertensi. Perawat diharapkan dapat mengintegrasikan senam tera sebagai bagian dari kegiatan rutin pagi hari di Panti sosial, tiga kali seminggu, sebagai upaya nonfarmakologis yang efektif untuk menstabilkan tekanan darah lansia dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Metode: Pada studi kasus ini penerap menjelaskan secara terperinci terkait Evidence Based Nursing Practice (EBNP) yang akan diterapkan penulis pasien yang di kelola dalam bentuk analisis P (population), I (intervention), C (comparison), O (outcomes), T (time) yang dijabarkan prosedur pelaksanaan intervensi dalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menerapkan etika penelitian serta dilakukan evaluasi penerapanya.
Hasil: Hasil Studi kasus pada pertemuan pertama didapatkan evaluasi subjektif selama penerapan senam tera dilakukan yaitu klien mengatakan berjalan kaki terasa nyaman namun harus dilakukan perlahan – lahan untuk mencapai kecepatan yang ditargetkan. Selanjutnya evaluasi subjektif setelah dilakukan penerapan yaitu klien mengatakan nyeri kepala berkurang dan rasa berat pada tengkuk belakang sudah tidak berat lagi. Evaluasi objektif didapatkan pengukurn pretest yaitu TD 132/79 mmHg dengan nilai Post-Test yaitu TD 122/76 mmHg berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dapat terlihat adanya penurunan tekanan darah setelah diberikan latihan senam tera dengan total penurunan sistol mencapai 110 mmHg dan diastol 4 mmHg.
Kesimpulan: Berdasarkan studi kasus dapat disimpulkan adanya penurunan tekanan darah pada klien dengan hipertensi setelah dilakukan penerapan Senam Tera. Intervensi ini terbukti efektif sebagai terapi pendukung nonfarmakologis untuk membantu mengontrol tekanan darah dan menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sopia Maulida, Siska Mayang Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




