ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHIRITS DENGAN PENERAPAN PEMBERIAN KOMPRES HANGAT REBUSAN SERAI TERHADAP PENURUNAN NYERI LANSIA DI UPT PSTW HUSNUL KHOTIMAH DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU

Authors

  • Chevindy Putri Virgita Universitas Hang Tuah
  • Siska Mayang Sari Universitas Hang Tuah

Keywords:

hypertension, elderly, gymnastics tera.

Abstract

Pendahuluan: Rheumatoid Arthritis adalah penyakit autoimun yang ditandai oleh peradangan sistemik yang bersifat kronis dan progresif yang sering terjadi pada lansia. Kondisi ini menyerang persendian dan anggota gerak. Dampaknya tidak sebatas pada keterbatasan mobilitas yang terlihat secara fisik, namun dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah seperti kecacatan, kelumpuhan, dan gangguan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan untuk mengurangi nyeri pada Rheumatoid Arthritis dengan pemberian kompres hangat rebusan serai dapat membantu mengurangi nyeri sendi. Proses ini bekerja melalui mekanisme pemindahan panas dari kompres ke dalam tubuh, yang kemudian meningkatkan suhu lokal pada area yang dikompres. Peningkatan suhu ini dapat melancarkan aliran darah, sehingga suplai oksigen ke jaringan meningkat. Dengan terpenuhinya kebutuhan oksigen pada sel, rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada sendi dapat berkurang. Hasil penerapan pada kelompok intervensi menujukan bahwa sebelum dilakukan kompres hangat rebusan serai didapatkan nyeri pasien skala 5 menurun menjadi skala 3 dengan rerata sebelum intervensi 4.50 dan sesudah intervensi rerata 3.50. Pemberian Kompres Hangat Rebusan Serai terbukti dapat menurunkan nyeri sendi. Diharapkan bagi pihak pelayanan kesehatan di PSTW Husnul Khotimah dapat memberikan kompres rebusan serai hangat untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia yang dilakukan 15-20 menit selama 2 hari berturut-turut setiap pagi hari. Metode: Pada studi kasus ini penerap menjelaskan secara terperinci, terkait Evidence Based Nursing Practice (EBNP) yang akan diterapkan penulis pasien yang di kelola dalam bentuk analisis P (population), I (intervention), C (comparison), O (otcomes), T (time) yang dijabarkan prosedur pelaksanaan intervensi dalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menerapkan etika penelitian serta dilakukan evaluasi penerapanya. Hasil: Hasil Studi kasus setelah intervensi selama 2 hari, pada klien Ny. N dan Ny. D telah memahami cara manajemen Rheumatoid Arthritis dan mampu melakukan terapi kompres hangat rebusan serai secara mandiri. Klien merasa perlu untuk melakukan kompres hangat rebusan serai ini agar kaki terasa lebih ringan dan rileks serta membantu menurunkan nyeri Rheumatoid Arthritis

Downloads

Published

2026-01-14

How to Cite

Virgita, C. P., & Sari , S. M. (2026). ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHIRITS DENGAN PENERAPAN PEMBERIAN KOMPRES HANGAT REBUSAN SERAI TERHADAP PENURUNAN NYERI LANSIA DI UPT PSTW HUSNUL KHOTIMAH DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1), 64–75. Retrieved from https://jurnal.kolibi.id/index.php/husada/article/view/200