HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA 1
Keywords:
Suntik DMPA, Lama Pemakaian, Peningkatan Berat BadanAbstract
Latar Belakang: Kontrasepsi suntik paling banyak digunakan adalah suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA), di kecamatan Martapura 2022-2025 paling banyak adalah suntikan sebanyak 240. Penambahan berat badan merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan, dimana hal ini dapat mempengaruhi kesehatan khususnya pada wanita. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik DMPA Dengan Peningkatan Berat Badan Pada Akseptor Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data sekunder (register KB) dan data primer (pengukuran). Populasi yaitu akseptor suntik DMPA Januari 2022-Desember 2025 sebanyak 240 akseptor, Analisa uji statistik menggunakan Chi-Square. Hasil: Uji Chi-Square menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan pada akseptor di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 (p > 0,05). Meskipun secara deskriptif terlihat kecenderungan peningkatan berat badan pada akseptor dengan lama penggunaan ≥ 1 tahun (65,8%) dibandingkan dengan akseptor yang menggunakan < 1 tahun (34,2%), perbedaan ini tidak cukup kuat untuk dinyatakan bermakna secara statistik. Kesimpulan: Tidak terdapat adanya hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik DMPA ≥ 1 tahun dengan terjadinya peningkatan berat badan pada akseptor kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas Martapura 1 Tahun 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khairunnida Khairunnida, Rida Kirana , Efi Kristiana , Fitria Jannatul Laili

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




