Taqdim Al-Maut ‘Ala Al-Hayah dalam QS. Al-Mulk Ayat 2
Perspektif Ilmu Ma’ani
Keywords:
Taqdim wa Takhir, Balaghah, Al-Mulk, Ilmu Ma’ani, AlquranAbstract
Al-Qur'an memiliki keindahan bahasa yang tampak pada susunan kalimat dan pemilihan lafadz yang digunakan. Salah satu kajian dalam ilmu balaghah, khususnya ilmu ma'ani, adalah taqdim wa ta'khir, yaitu mendahulukan atau mengakhirkan suatu unsur dari susunan asalnya karena tujuan tertentu. Salah satu fenomena tersebut terdapat pada QS. Al-Mulk ayat 2, yaitu pendahuluan lafadz al-maut atas al-hayah. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk taqdim wa ta'khir, tujuan penggunaannya, serta implikasi makna yang terkandung dalam susunan ayat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian ini adalah QS. Al-Mulk ayat 2, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab balaghah dan tafsir yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendahuluan lafadz al-maut merupakan bentuk taqdim maf'ul bih yang mengandung tujuan al-ihtimam dan takhwif. Susunan tersebut tidak hanya menunjukkan keindahan bahasa Al-Qur'an, tetapi juga mengandung makna spiritual berupa kesadaran terhadap kematian, penguatan nilai tauhid, dan dorongan untuk menghadirkan kualitas amal terbaik dalam kehidupan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Milda Alminasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




