INTERKONEKSI BERAGAMA DI KALANGAN MASYARAKAT TEMANGGUNG, JAWA TENGAH, DITINJAU DARI SUDUT PANDANG BUDDHISME
Keywords:
interkoneksi beragama, Buddhisme, masyarakat Temanggung, toleransi, kohesi sosial.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, dinamika, dan makna interkoneksi beragama di kalangan masyarakat Temanggung, Jawa Tengah, ditinjau dari sudut pandang Buddhisme. Temanggung dikenal sebagai daerah dengan keragaman agama yang tinggi, di mana umat Buddha hidup berdampingan dengan pemeluk Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu dalam suasana sosial yang relatif harmonis. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Buddhis seperti mettā (cinta kasih), karuṇā (belas kasih), dan prinsip toleransi universal diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari antarumat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Temanggung membangun interkoneksi lintas agama melalui tradisi gotong royong, dialog sosial, serta penghormatan terhadap nilai-nilai lokal seperti guyub rukun. Perspektif Buddhisme menekankan pentingnya kesadaran akan keterhubungan semua makhluk (pratītyasamutpāda) sebagai landasan etika sosial yang mendukung perdamaian dan keharmonisan. Dengan demikian, studi ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai Buddhis dapat berkontribusi secara signifikan dalam memperkuat kohesi sosial dan mengembangkan model interaksi lintas agama yang inklusif di tingkat lokal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eridhani Dharma Satya, Wandi Wandi , Kabri Kabri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




